Menu Close

Berita & Acara

Mengatur Data dengan Best Practice Storage Tiering Strategy

best practices storage tiering
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Table of Contents

Pertumbuhan data yang pesat menjadi tantangan bagi banyak perusahaan, terutama dalam hal pengelolaan biaya, performa, dan keamanan penyimpanan. Strategi penyimpanan yang tepat memungkinkan perusahaan menempatkan data sesuai dengan kebutuhan akses, tingkat kepentingan, dan efisiensi biaya. Untuk mengelola data secara efektif dan menjaga performa infrastruktur, perusahaan membutuhkan penerapan best practice storage tiering dalam penyimpanan, yang membantu memaksimalkan pemanfaatan cloud sekaligus tetap fleksibel dalam menghadapi perubahan kebutuhan bisnis.

Storage Tiering Strategy

Strategi storage tiering melibatkan pengelompokkan data ke dalam beberapa tier berdasarkan prioritas, frekuensi akses, dan performa yang dibutuhkan. Data yang sering digunakan atau bersifat kritikal ditempatkan pada tier berperforma tinggi, sementara data yang jarang diakses dapat dipindahkan ke tier yang lebih ekonomis. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya penyimpanan tanpa mengorbankan performa.

Implementasi storage tiering yang baik memerlukan kebijakan yang jelas, pemantauan berkelanjutan, dan integrasi dengan tools manajemen cloud. Selain itu, strategi ini harus mempertimbangkan fleksibilitas untuk menyesuaikan tiering seiring perubahan kebutuhan bisnis dan volume data.

Data Classification

Langkah awal dalam best practices storage tiering adalah klasifikasi data. Setiap dataset harus dianalisis berdasarkan beberapa kriteria, termasuk:

  • Frekuensi akses: Data yang sering diakses membutuhkan storage dengan performa tinggi.
  • Nilai bisnis: Data yang mendukung keputusan strategis atau operasional kritikal perlu diutamakan.
  • Usia data: Data lama yang jarang diakses dapat ditempatkan di tier ekonomis.
  • Kepatuhan dan keamanan: Data yang tunduk pada regulasi atau bersifat sensitif perlu disimpan secara aman, termasuk pertimbangan cloud sovereignty untuk memastikan data tetap berada di bawah yurisdiksi lokal.

Klasifikasi yang tepat memungkinkan perusahaan mengambil keputusan penyimpanan yang efektif, mengurangi risiko redundansi, dan mempermudah pengelolaan data dalam skala besar.

Cloud Storage Optimization

Optimasi cloud storage menjadi elemen kunci dalam strategi penyimpanan yang efektif. Cloud memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan secara dinamis, sehingga perusahaan dapat menambah atau mengurangi sumber daya sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk infrastruktur fisik.

Praktik optimasi yang umum dilakukan meliputi:

  • Mengidentifikasi data “hot” dan “cold

Data yang sering diakses atau kritikal untuk operasional ditempatkan pada tier berperforma tinggi, sedangkan data yang jarang digunakan dapat dipindahkan ke tier yang lebih ekonomis. Pendekatan ini membantu menyeimbangkan biaya dan kinerja.

  • Menggunakan lifecycle policies

Perusahaan dapat mengatur aturan otomatis untuk memindahkan data berdasarkan usia, frekuensi akses, atau perubahan kepentingan. Misalnya, data lama yang jarang diakses bisa dipindahkan ke storage yang lebih murah, sementara data yang kembali sering digunakan dapat dipindahkan ke tier lebih cepat.

  • Backup dan replikasi data

Optimasi juga mencakup strategi proteksi data, termasuk backup dan replikasi, untuk memastikan ketahanan sistem dan ketersediaan data bahkan jika terjadi gangguan.

Dengan penerapan optimasi yang tepat, perusahaan tidak hanya dapat menekan biaya penyimpanan, tetapi juga menjaga performa dan keandalan sistem tetap tinggi. Pendekatan ini memungkinkan tim IT fokus pada kebutuhan strategis, sementara infrastruktur cloud tetap efisien dan adaptif terhadap perubahan bisnis.

Data Lifecycle Management

Data lifecycle management menjadi elemen penting dalam penerapan strategi penyimpanan yang efektif. Setiap data harus dikelola sejak tahap pembuatan, penyimpanan, pemanfaatan, hingga pengarsipan atau penghapusan. Pemanfaatan cloud memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi perpindahan data antar tier sesuai kebijakan yang telah ditetapkan, sehingga proses ini berjalan lebih efisien dan konsisten.

Penggunaan data lifecycle management dapat membantu: 

  • Mengurangi biaya penyimpanan data yang jarang digunakan. 
  • Menjamin ketersediaan data penting dengan performa optimal. 
  • Mempermudah kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan internal perusahaan, termasuk prinsip cloud sovereignty.

Manual vsAutomated Storage

Dalam best practice storage tiering, perusahaan dapat memilih antara pengelolaan manual atau otomatis.

  • Manual storage tiering memerlukan intervensi langsung dari tim IT untuk memindahkan data antar tier. Metode ini cocok untuk organisasi kecil dengan volume data terbatas. Namun, pendekatan ini memiliki resiko human error dan dapat memakan waktu pengerjaan yang lebih lama.
  • Automated storage tiering menggunakan aturan dan kebijakan untuk memindahkan data secara otomatis berdasarkan frekuensi akses, usia data, atau business value data tersebut. Otomatisasi membantu mengurangi human error, mempercepat proses, dan memungkinkan pemanfaatan sumber daya cloud lebih efisien. Sistem otomatis biasanya dilengkapi monitoring real-time, sehingga performa dan penggunaan storage dapat selalu dioptimalkan tanpa intervensi manual terus-menerus.

Penerapan best strategy storage tiering yang tepat menjadi kunci bagi perusahaan untuk mengelola data secara efisien, menjaga performa sistem, dan mengendalikan biaya. Dengan langkah-langkah seperti klasifikasi data yang cermat, optimasi cloud storage, manajemen siklus hidup data, dan otomatisasi, perusahaan dapat membangun infrastruktur penyimpanan yang fleksibel, scalable, dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Oleh karena itu, memilih mitra cloud yang berpengalaman menjadi krusial agar implementasi dapat berjalan aman dan sesuai regulasi. Cloudeka menyediakan layanan cloud terpercaya di Indonesia yang mendukung storage tiering dengan prinsip cloud sovereignty, sehingga seluruh data tetap berada di bawah yurisdiksi Indonesia. Dengan Cloudeka, perusahaan dapat memastikan keamanan, kontrol, dan kepatuhan data sambil memaksimalkan efisiensi operasional.

Perkuat pengelolaan data perusahaan dengan best strategy storage tiering yang cerdas. Hubungi tim Cloudeka melalui cloudeka.id/contact-us atau jelajahi solusi cloud dari Cloudeka di cmd.cloudeka.id untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara aman dan berkelanjutan.

Cloudeka adalah penyedia layanan Cloud yang berdiri sejak tahun 2011. Lahir dari perusahaan ICT ternama di tanah air, Lintasarta, menyediakan layanan Cloud baik untuk perusahaan besar maupun kecil-menengah.