Menu Close

Berita & Acara

Langkah Praktis Integrasi Cloud dengan On-Premise di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Table of Contents

Transformasi digital mendorong perusahaan di Indonesia untuk terus menyesuaikan infrastruktur teknologi mereka. Di satu sisi, cloud computing menawarkan fleksibilitas, skalabilitas, dan efisiensi biaya. Di sisi lain, banyak organisasi masih mengandalkan sistem on-premise untuk kebutuhan tertentu, baik karena faktor keamanan, regulasi, maupun investasi infrastruktur yang sudah ada. Dalam konteks ini, Integrasi cloud dengan on-premise menjadi pendekatan yang semakin relevan dan strategis.

Integrasi ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan keunggulan cloud tanpa harus meninggalkan sistem on-premise sepenuhnya. Dengan perencanaan dan eksekusi yang tepat, model hybrid ini dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional, menjaga keamanan data, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Apa itu Integrasi Cloud dengan On-Premise dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Integrasi cloud dengan on-premise adalah pendekatan di mana sistem cloud dan infrastruktur on-premise saling terhubung dan bekerja secara terpadu. Dalam model ini, sebagian data dan aplikasi dijalankan di lingkungan cloud, sementara sistem lainnya tetap berada di server lokal perusahaan.

Cara kerjanya melibatkan konektivitas yang aman antara lingkungan cloud dan on-premise, sehingga data dapat dipertukarkan dan aplikasi dapat saling berkomunikasi. Perusahaan dapat menentukan beban kerja mana yang lebih tepat dijalankan di cloud dan mana yang harus tetap berada di infrastruktur lokal. Misalnya, aplikasi yang membutuhkan skalabilitas tinggi dapat ditempatkan di cloud, sementara data sensitif tetap dikelola secara on-premise.

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sistem, tanpa harus melakukan migrasi total yang berisiko atau memakan waktu lama.

Apa Keuntungan Menggabungkan Cloud dengan Sistem On-Premise?

Integrasi cloud dengan on-premise menawarkan berbagai manfaat strategis bagi perusahaan yang ingin mengelola infrastruktur IT secara lebih fleksibel dan efisien. Beberapa keuntungan utamanya antara lain:

  1. Fleksibilitas dalam Pengelolaan Infrastruktur

Perusahaan tidak perlu memilih antara cloud atau on-premise secara eksklusif. Model hybrid memungkinkan pemanfaatan keunggulan masing-masing lingkungan sesuai dengan kebutuhan bisnis, baik untuk aplikasi inti maupun beban kerja tambahan.

  1. Optimalisasi Biaya dan Investasi IT

Integrasi ini membantu perusahaan memaksimalkan investasi infrastruktur on-premise yang sudah ada, sambil memanfaatkan model OpEx pada cloud cloud untuk kebutuhan yang bersifat dinamis. Kapasitas cloud dapat disesuaikan secara fleksibel tanpa harus menambah perangkat fisik.

  1. Keamanan Data dan Kepatuhan Regulasi

Data sensitif atau yang diatur oleh regulasi tertentu dapat tetap disimpan dan dikelola secara lokal. Sementara itu, data lain yang lebih fleksibel dapat ditempatkan di cloud, sehingga keamanan dan kepatuhan tetap terjaga tanpa mengorbankan efisiensi.

  1. Ketahanan dan Ketersediaan Sistem yang Lebih Baik

Dengan menggabungkan dua lingkungan, perusahaan dapat meningkatkan keandalan sistem. Jika salah satu infrastruktur mengalami gangguan, beban kerja tertentu dapat dialihkan ke lingkungan lainnya, sehingga operasional bisnis tetap berjalan.

  1. Peningkatan Latensi Aplikasi

Melalui arsitektur hybrid yang dirancang secara strategis, perusahaan dapat mengoptimalkan penempatan aplikasi dan data berdasarkan kebutuhan kinerja dan lokasi pengguna. Aplikasi yang membutuhkan latensi rendah dan respons real-time dapat dijalankan di lingkungan on-premise, sementara beban kerja yang lebih fleksibel dapat ditempatkan di cloud. Pendekatan ini memungkinkan pengurangan latensi, peningkatan stabilitas aplikasi, serta pengalaman pengguna yang konsisten, tanpa mengurangi skalabilitas dan efisiensi operasional.

Bagaimana Langkah Terbaik untuk Melakukan Integrasi Cloud dengan On-Premise?

Agar Integrasi cloud dengan on-premise dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, perusahaan perlu menerapkan pendekatan yang terstruktur. Berikut langkah-langkah utama yang perlu diperhatikan:

  1. Evaluasi Kebutuhan Bisnis dan Sistem yang Ada

Mulai dengan memetakan aplikasi, data, dan infrastruktur yang saat ini digunakan. Identifikasi tingkat sensitivitas data, kebutuhan performa, serta beban kerja yang paling tepat untuk dijalankan di cloud atau tetap berada di lingkungan on-premise.

  1. Menentukan Arsitektur Integrasi yang Tepat

Rancang arsitektur integrasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pastikan tersedia konektivitas yang aman dan stabil antara cloud dan on-premise, baik melalui jaringan privat maupun koneksi terenkripsi, dengan keamanan sebagai prioritas utama sejak tahap perencanaan. Gunakan jalur koneksi privat (Dedicated Interconnect/Leased Line) antara data center on-premise Anda dengan Cloudeka. Hindari mengandalkan internet publik untuk melakukan transfer data demi mendapatkan stabilitas dan keamanan maksimal.

  1. Melakukan Integrasi Secara Bertahap

Implementasi sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk mengurangi risiko operasional. Setiap tahap perlu diuji secara menyeluruh, mencakup aspek performa, keamanan, dan keandalan sistem sebelum integrasi diperluas ke komponen lainnya.

  1. Pengelolaan dan Monitoring Berkelanjutan

Integrasi cloud dan on-premise memerlukan pemantauan rutin untuk memastikan sistem tetap berjalan optimal. Monitoring berkelanjutan membantu perusahaan menyesuaikan kapasitas, mengelola risiko, dan merespons perubahan kebutuhan bisnis secara lebih cepat.

Apa Perbedaan Integrasi Cloud-On-Premise dengan Cloud Murni (Full Cloud)?

Perbedaan utama antara integrasi cloud dengan on-premise dan pendekatan cloud murni terletak pada struktur infrastruktur dan tingkat ketergantungan terhadap cloud. Pada model cloud murni, seluruh aplikasi dan data dipindahkan ke lingkungan cloud, sehingga perusahaan sepenuhnya bergantung pada layanan cloud untuk operasionalnya.

Sebaliknya, integrasi cloud-on-premise memungkinkan perusahaan mempertahankan sebagian sistem di lingkungan lokal. Pendekatan ini memberikan kontrol lebih besar terhadap data dan sistem tertentu, terutama yang bersifat kritis atau sensitif.

Cloud murni umumnya menawarkan kemudahan pengelolaan dan skalabilitas maksimal, tetapi tidak selalu cocok untuk semua jenis bisnis. Integrasi cloud-on-premise memberikan keseimbangan antara fleksibilitas cloud dan kontrol on-premise, sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan dan kondisi perusahaan.

Apakah Integrasi Cloud-On-Premise Cocok untuk Perusahaan Skala Kecil dan Menengah?

Integrasi cloud dengan on-premise tidak hanya menjadi solusi bagi perusahaan berskala besar. Perusahaan kecil dan menengah juga dapat memanfaatkan pendekatan ini, terutama bagi organisasi yang masih mengandalkan sistem lokal dan ingin melakukan transisi ke cloud secara lebih terkontrol.

Bagi perusahaan skala menengah, model integrasi ini menawarkan fleksibilitas dalam pengelolaan infrastruktur IT. Alih-alih melakukan migrasi menyeluruh yang berisiko dan membutuhkan biaya besar, perusahaan dapat memindahkan beban kerja tertentu ke cloud secara bertahap, sementara sistem inti tetap dijalankan di lingkungan on-premise.

Namun, keberhasilan integrasi sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan dukungan teknis yang tepat. Perusahaan perlu memastikan bahwa arsitektur, keamanan, dan konektivitas dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional. Dengan pendekatan yang terukur, integrasi cloud dengan on-premise dapat membantu perusahaan kecil dan menengah meningkatkan efisiensi, menjaga stabilitas sistem, dan mempersiapkan fondasi teknologi untuk pertumbuhan jangka panjang tanpa membebani sumber daya internal.

Di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia, integrasi cloud dengan on-premise menjadi solusi praktis bagi perusahaan yang ingin beradaptasi tanpa mengorbankan stabilitas dan keamanan sistem. Pendekatan ini memungkinkan bisnis memanfaatkan fleksibilitas cloud sekaligus mempertahankan kontrol atas infrastruktur lokal yang sudah ada.

Dengan perencanaan yang tepat, integrasi cloud-on-premise dapat meningkatkan efisiensi operasional, mendukung kepatuhan regulasi, serta memberikan fondasi teknologi yang lebih siap menghadapi pertumbuhan di masa depan.

Bagi perusahaan yang ingin memulai atau mengoptimalkan strategi integrasi cloud dengan on-premise, memilih mitra teknologi yang berpengalaman adalah langkah penting. Cloudeka hadir sebagai penyedia solusi cloud terpercaya di Indonesia, dengan layanan yang dirancang untuk mendukung integrasi cloud dan on-premise secara aman, stabil, dan scalable. Selain itu, Cloudeka juga mendukung prinsip cloud sovereignty, yang memastikan data yang dikelola oleh perusahaan dan organisasi tetap berada di bawah yurisdiksi dan hukum satu negara. Pendekatan ini membantu menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku sekaligus memperkuat keamanan dan kontrol atas data bisnis.

Hubungi tim Cloudeka melalui info@lintasarta.co.id  atau jelajahi solusi cloud kami di cmd.cloudeka.id untuk mendapatkan solusi integrasi cloud yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Cloudeka adalah penyedia layanan Cloud yang berdiri sejak tahun 2011. Lahir dari perusahaan ICT ternama di tanah air, Lintasarta, menyediakan layanan Cloud baik untuk perusahaan besar maupun kecil-menengah.