Menu Close

Berita & Acara

Cara Backup Website Di cPanel dengan Mudah

Cara Backup Website di cPanel dengan Mudah
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Table of Contents

Backup data website adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan keutuhan website Anda. Dengan melakukan backup data secara rutin, Anda dapat menghindari kehilangan data jika terjadi kegagalan sistem, serangan malware, atau bahkan kesalahan manusia. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara backup website di cPanel, yang merupakan kontrol paling umum yang dimiliki setiap website.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara backup website di cPanel. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui mengapa data-data yang ada di dalam website harus di-backup secara teratur dan jenis-jenis backup yang dapat dilakukan. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mengapa Perlu Melakukan Backup Data Website?

Melakukan backup data website merupakan salah satu hal paling penting yang harus dilakukan secara teratur. Berikut ini adalah beberapa alasan utama mengapa Anda perlu melakukan backup data website.

1. Keamanan Data

Mengamankan data website Anda adalah alasan utama untuk melakukan backup secara teratur. Setiap hari, banyak website menghadapi risiko kehilangan data akibat serangan malwareatau hackeryang berusaha mengakses informasi sensitif. Dengan memiliki salinan cadangan data yang teratur, Anda dapat mengembalikan website Anda ke keadaan sebelum serangan terjadi jika sampai ada masalah.

2. Pencegahan Kegagalan Sistem

Server atau perangkat keras yang menyimpan data-data penting dari website Anda dapat mengalami kegagalan yang tak terduga. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan kehilangan data yang tidak dapat dipulihkan. Dengan melakukan backup data website secara teratur, Anda dapat mengurangi risiko kehilangan data tersebut dan memulihkannya dengan cepat setelah masalah diatasi.

3. Perubahan Konfigurasi

Seringkali, Anda mungkin perlu melakukan perubahan konfigurasi pada website, seperti untuk memperbarui tema atau menginstal plugin baru. Terkadang, perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan pada website Anda. Dengan melakukan backup data secara teratur, Anda dapat dengan mudah mengembalikan konfigurasi sebelumnya jika sampai terjadi masalah.

4. Kesalahan Manusia

Kesalahan manusia adalah hal yang sangat wajar dan dapat terjadi pada siapa pun. Anda atau anggota tim Anda mungkin melakukan kesalahan yang mengakibatkan kehilangan data. Dengan melakukan backup data website secara teratur, Anda dapat memperbaiki kesalahan tersebut dan mengembalikan website ke versi sebelumnya.

5. Perlindungan terhadap Perubahan Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan website Anda, seperti Content Management System(CMS) atau aplikasi e-commerce, sering kali mengalami pembaruan. Terkadang, pembaruan tersebut dapat menyebabkan konflik atau kerusakan pada website Anda. Dengan melakukan backup data website secara teratur, Anda dapat dengan mudah mengembalikan versi sebelum pembaruan dan meminimalkan dampak negatifnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Backup Website WordPress dengan Mudah (Manual dan Plugin)?

Jenis-Jenis Backup Data Website

Setidaknya, ada jua jenis backup data website yang dapat Anda lakukan, yaitu full backup dan partial backup. Pelajari lebih lanjut di bawah ini!

1. Full Backup

Full backup melibatkan pencadangan seluruh file dan database yang terkait dengan website Anda. Jenis backup ini mencakup semua file, gambar, video, dan database yang digunakan. Full backup adalah jenis backup yang paling lengkap dan memungkinkan pemulihan penuh dari awal jika diperlukan. Namun, karena mencakup semua data, ukurannya bisa sangat besar dan memakan waktu untuk diunggah atau diunduh.

2. Partial Backup

Partial backup berfokus hanya pada file atau basis data tertentu yang ingin Anda backup. Sebagai contoh, Anda dapat memilih untuk hanya mencadangkan file-file yang penting saja, seperti halaman website atau folder media. Jenis backup ini lebih cepat dan lebih efisien dalam hal ukuran file, tetapi mungkin Anda tidak akan dapat memulihkan website ke kondisi semula jika terjadi masalah.

Baca juga: 7 Manfaat Backup Data pada Website Bisnis Anda

Cara Backup Website Melalui cPanel dengan Mudah

Cara Mudah Backup Melalui cPanel

Setelah Anda memahami pentingnya backup data website dan jenis-jenis backup yang tersedia, sekarang saatnya untuk mempelajari cara backup website di cPanel dengan mudah. cPanel adalah kontrol panel web populer yang banyak digunakan oleh penyedia hosting untuk mengelola website. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan backup website di cPanel.

1. Backup WP Content Folder

Langkah pertama yang sangat penting dalam melakukan backup website melalui cPanel adalah dengan mem-backup folder WP content yang berisi tema, plugin, dan file gambar dari website Anda. Untuk melakukannya, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

a. Login ke cPanel

Masuklah ke akun cPanel Anda.

b. Buka File Manager

Setelah masuk ke cPanel, cari dan buka File Manager.

c. Akses Folder public_html

Di dalam File Manager, masuk ke folder “public_html”, yang merupakan folder utama tempat Anda menyimpan file website.

d. Pilih Folder wp-content

Temukan folder “wp-content” dan klik kanan pada folder tersebut. Pilih opsi “Compress” dari menu yang muncul.

e. Kompres Folder

Setelah memilih opsi kompresi, Anda akan melihat dialog atau kotak pop-up yang memungkinkan Anda memilih format kompresi. Pilih “Zip Archive” dan klik tombol “Compress File” untuk memulai proses kompresi.

f. Tunggu Proses Kompresi

Biarkan proses kompresi berjalan dan tunggu sampai selesai. Waktu yang dibutuhkan tergantung pada ukuran folder “wp-content” dari website Anda.

g. Unduh File Backup

Setelah proses kompresi selesai, akan muncul kotak dialog dengan hasil kompresi. Di sini, Anda dapat melihat file “wp-content.zip” yang baru saja dibuat. Klik kanan pada file tersebut dan pilih opsi “Download” untuk mengunduhnya ke perangkat Anda.

2. Backup File Konfigurasi

Selain melakukan backup pada folder “wp-content”, Anda juga perlu mem-backup file konfigurasi yang berkaitan dengan website Anda, seperti file “.htaccess” dan “wp-config.php.” Untuk melakukannya, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

a. Masuk ke cPanel

Masuk ke cPanel dan Buka File Manager seperti sebelumnya.

b. Temukan dan Pilih File Konfigurasi

Cari file “.htaccess” dan “wp-config.php” di dalam folder “public_html”. Anda dapat menggunakan fitur pencarian File Manager untuk membantu Anda menemukan file-file tersebut.

c. Mengakses File .htaccess yang Tersembunyi (jika perlu)

Apabila file “.htaccess” tersembunyi, Anda perlu mengaktifkan opsi untuk menampilkan file tersembunyi. Klik pada menu “Settings” di File Manager dan centang kotak yang menyatakan “Show Hidden Files”. Setelah itu, Anda dapat melihat dan memilih file “.htaccess”.

d. Unduh File Konfigurasi

Setelah menemukan file “.htaccess” dan “wp-config.php,” klik kanan pada masing-masing file dan pilih opsi “Download” untuk mengunduhnya ke perangkat Anda.

3. Backup Database Website

Langkah terakhir dan yang paling penting adalah Anda harus melakukan backup database website Anda, termasuk pengguna, artikel, kategori, tag, dan informasi lainnya. Untuk melakukannya, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

a. Masuk ke cPanel dan Buka Menu Backup Wizard

Setelah login ke cPanel, cari dan buka opsi “Backup Wizard” yang biasanya tersedia di bagian File Manager.

b. Pilih MySQL Database

Dalam Backup Wizard, pilih opsi “MySQL Database” dari daftar pilihan backup yang tersedia. Anda bisa pilih tujuan backup Home Directory, alamat email Anda sendiri, atau FTP Server supaya file cadangan bisa tersimpan di server.

c. Tunggu Proses Backup

Setelah memilih opsi MySQL Database, biarkan proses backup berjalan. Setelah selesai, Anda akan melihat file database yang di-backup dan siap untuk diunduh.

d. Unduh File Backup

Klik kanan pada file backup database yang muncul setelah proses selesai dan pilih opsi “Download” untuk mengunduhnya ke perangkat Anda.

Pastikan Anda menyimpan semua file backup website di folder yang aman di perangkat Anda. Dengan memiliki salinan backup yang lengkap, Anda dapat dengan mudah mengembalikan website Anda jika terjadi masalah atau kehilangan data. Penting untuk secara teratur melakukan backup website Anda, terutama setelah melakukan perubahan signifikan pada website tersebut.

Dalam era yang makin kompleks dan rentan terhadap serangan siber, perlindungan terhadap data website Anda menjadi kunci untuk menjaga bisnis online yang sukses. Deka Vault dari Lintasarta Cloudeka hadir sebagai solusi Cloud Backup dan Disaster Recovery yang lengkap. Dengan sinkronisasi server virtual utama dan server cadangan virtual, Deka Vault menjamin perlindungan data dan mempersiapkan bisnis Anda menghadapi situasi tak terduga.

Backup data website dan tingkatkan perlindungan data website Anda dari bencana yang tidak diinginkan sekarang juga. Pilih Deka Vault dari Lintasarta Cloudeka sebagai solusi menyeluruh untuk keamanan data dan pemulihan bencana dengan layanan Cloud yang andal dan kuat. Hubungi kami hari ini untuk memulai dan jadikan Deka Vault sebagai langkah penting dalam memastikan keberhasilan bisnis online Anda!

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah Bisa Melakukan Backup dengan Plugin WordPress?

Anda bisa melakukan backup website menggunakan plugin WordPress. Plugin backup WordPress adalah alat yang sangat berguna yang memungkinkan Anda untuk membuat salinan cadangan dari website Anda dengan mudah dan efisien.

Beberapa plugin populer yang dapat digunakan untuk melakukan backup website WordPress termasuk UpdraftPlus, BackupBuddy, BlogVault, dan lain sebagainya.

Cloudeka adalah penyedia layanan Cloud yang berdiri sejak tahun 2011. Lahir dari perusahaan ICT ternama di tanah air, Lintasarta, menyediakan layanan Cloud baik untuk perusahaan besar maupun kecil-menengah.