Menu Close

Berita & Acara

Pengertian Marketing Mix yang Perlu Anda Ketahui

pengertian marketing mix
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Table of Contents

Pemasaran dalam dunia bisnis memang menjadi salah satu aspek penting. Anda dapat mengumpamakan pemasaran sebagai peluru dalam persenjataan. Senjata tidak akan berguna tanpa adanya peluru. Begitu juga produk serta semua persiapan yang telah dilakukan akan menjadi sia-sia tanpa pemasaran. 

Pemasaran yang berhasil memperhitungkan semua elemen bisnis seperti proses, lokasi, produk, harga, pelanggan, promosi, dan bukti fisik. Sederhananya, ketujuh elemen ini menjadi pembahasan penting dalam pengertian marketing mix. Pada artikel ini Anda akan diajak untuk memahami marketing mix secara menyeluruh. Kalau begitu langsung simak informasinya di bawah ini.

Mengenal Pengertian Marketing Mix

Marketing mix adalah suatu konsep pemasaran yang memperhitungkan semua elemen penting untuk mencapai tujuan bisnis. Tujuh elemen yang sudah disebutkan di awal menjadi bahan pemikiran yang harus dipikirkan dengan matang.

Alasannya karena semua elemen tersebut akan menentukan arah perjalanan bisnis Anda. Apakah itu ke arah yang baik atau buruk. Apakah bisnis berhasil mencapai tujuan atau tidak.

Konsep yang ditemukan pada abad ke-20 ini ingin membantu para pebisnis dalam mengambil berbagai keputusan secara bijaksana. Mari bahas tujuh elemen tersebut satu per satu.

1. Produk (Product)

Produk tentu menjadi alasan mengapa sebuah bisnis lahir. Pemasaran yang berhasil membutuhkan produk dengan kualitas bagus. Tidak hanya bagus, produk yang Anda jual juga harus menjawab kebutuhan masyarakat.

Akan menjadi percuma apabila kualitas produk sudah bagus tetapi tidak termasuk ke dalam kebutuhan masyarakat. Akan dipastikan produk Anda tidak laku terjual.

Itu sebabnya Anda harus mengetahui kebutuhan masyarakat sebelum memutuskan membuat suatu produk. Bagaimana cara mengetahui kebutuhan masyarakat? Anda bisa melakukan riset pasar seperti survei.

Buatlah berbagai pertanyaan terkait kebutuhan, masalah yang sedang dihadapi, hingga keinginan masyarakat. Informasi yang Anda dapatkan selanjutnya bisa menjadi suatu penilaian objektif terhadap produk yang dibuat. Anda dapat mengetahui bagian mana saja yang masih kurang dan harus diperbaiki.

2. Harga (Price)

Penetapan harga produk yang dijual membawa dampak kepada keputusan akhir pelanggan untuk melakukan pembelian. Jika harga sebanding dengan kualitas yang didapatkan maka pelanggan akan membeli produk Anda. Oleh karena itu penting untuk mengetahui harga pasaran dari produk yang Anda jual.

Mencari informasi kisaran harga produk kompetitor sehingga Anda tidak menetapkan harga yang terlalu tinggi. Namun jangan sampai harga yang ditetapkan berada di bawah biaya produksi. Penjualan produk dengan harga di bawah biaya produksi hanya akan membuat Anda merugi. 

Sebaiknya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu biaya produksi yang dihabiskan dalam membuat satu produk. Setelah itu tentukanlah harga dengan pasar dan kompetitor. 

3. Manusia (People)

Kualitas tenaga kerja memiliki peranan untuk membawa bisnis Anda naik atau turun. Jika kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki terbatas maka perusahaan berpotensi stagnan. Oleh karena itu setiap perusahaan atau bisnis pasti mencari tenaga kerja yang profesional di bidangnya. 

Setiap perusahaan memiliki spesifikasi dan standar masing-masing untuk mendapatkan tenaga kerja terbaik. Contoh spesifikasinya seperti memiliki pengalaman di bidang A selama minimal 1 tahun, mempunyai sikap dan nilai yang baik, mampu bekerja sama dalam tim, dan lain sebagainya.

Baca juga: Mengenal Definisi User Generated Content

4. Lokasi (Place)

Lokasi fisik saat ini bukan lagi elemen penting yang harus disiapkan dengan matang. Semua peralihan bisnis ke dunia digital membuat keberadaan toko fisik menjadi tidak terlalu penting. 

Namun bukan berarti Anda bisa melewati elemen lokasi begitu saja. Anda bisa memikirkan media apa saja yang cocok digunakan untuk memasarkan produk. 

Apakah itu media sosial, website, atau e-commerce. Keputusan terkait hal ini bisa diambil dengan melihat kembali siapa target pelanggan Anda yang sesungguhnya. 

Informasi seperti ini membantu Anda memutuskan media apa yang harus digunakan. Sebagai contoh, karakteristik target pelanggan Anda saat ini memiliki rentang usia 20 tahun hingga 35 tahun. 

Intensitas belanja mereka cukup tinggi dan suka membayar dengan paylater. Dari karakteristik ini Anda mengetahui bahwa target pelanggan Anda suka menggunakan media sosial serta sering berbelanja di e-commerce. Dengan begitu menggunakan dua media tersebut sudah cukup untuk menjangkau target pelanggan Anda.

Baca juga: Apa Itu SEO yang Berguna bagi Website Perusahaan?

5. Promosi (Promotion)

Melanjutkan dari poin sebelumnya, Anda perlu memikirkan strategi promosi seperti apa yang akan menarik perhatian pelanggan. Ada banyak cara untuk melakukan promosi yang berhasil. Beberapa di antaranya seperti berikut:

  • Membuat promo bundle.
  • Mengadakan acara giveaway.
  • Membuat kompetisi ringan yang menyenangkan.
  • Menawarkan manfaat-manfaat yang akan didapatkan pelanggan. 
  • Menawarkan produk baru yang belum dipublikasikan khusus kepada loyalty member.

6. Proses (Process)

Proses yang dimaksudkan di sini adalah pengalaman pelanggan ketika membeli produk Anda. Mulai dari proses pemilihan produk, pemesanan, hingga pengiriman barang, semuanya harus memuaskan pelanggan.

Proses pemesanan yang berbelit-belit tentu membuat pelanggan merasa ragu untuk melakukan pembelian ulang. Selain itu barang yang sampai di tangan pelanggan harus berkualitas dan sama seperti informasi yang diberitahukan.

Inkonsistensi informasi akan menurunkan kepuasan pelanggan terhadap produk yang dijual. Jangan sampai Anda hanya menjual mimpi dan harapan padahal kualitas produk tidak bagus. Hal ini hanya akan menjadikan citra produk serta brand Anda terlihat tidak bagus.

7. Tampilan Fisik (Physical Evidence)

Tampilan fisik berbicara mengenai nama, logo, desain, kemasan, layanan, hingga penataan dalam toko fisik. Suasana toko fisik yang nyaman akan membuat pelanggan merasa senang ketika datang berkunjung. 

Jika Anda tidak memiliki toko fisik maka toko online harus dibuat menarik. Buatlah nama yang mudah diingat namun tetap berkelas. Gunakan logo dengan desain menarik agar pelanggan dapat mengenali produk Anda. Jangan lupa memberikan layanan terbaik dalam hal pemesanan hingga customer service.

Baca juga: Customer Engagement Adalah Elemen Penting dalam Bisnis

Itu dia pengertian marketing mix serta seluruh informasi mengenai elemen-elemen yang ada di dalamnya. Menggunakan marketing mix dalam bisnis Anda pasti akan memberikan perbedaan besar dari waktu sebelumnya. Melakukan peningkatan kualitas produk serta layanan memang harus dilakukan. Tetapi Anda juga harus meningkatkan kualitas sistem cloud yang digunakan agar bisnis dapat berjalan lancar. 

Layanan Cloud dari Lintasarta Cloudeka menjadi salah satu sistem yang memiliki kualitas terbaik. Cloudeka memberikan jaminan ketersediaan koneksi jaringan (SLA) hingga 99%, 99,9%, dan 99,99% sesuai kebutuhan Anda. Layanan Cloud dari Lintasarta Cloudeka dapat digunakan untuk semua model dan ukuran bisnis. 

Selain itu Anda bisa selalu berdiskusi dan berkomunikasi dengan tim kami mengenai kendala yang dihadapi. Kami memberikan komunikasi yang baik serta transparan untuk semua pelanggan demi kenyamanan bersama. Silakan mengunjungi website Lintasarta Cloudeka untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Cloudeka adalah penyedia layanan Cloud yang berdiri sejak tahun 2011. Lahir dari perusahaan ICT ternama di tanah air, Lintasarta, menyediakan layanan Cloud baik untuk perusahaan besar maupun kecil-menengah.